Minggu, 20 Januari 2013

KONSEP PARITAS / PARTUS



KONSEP PARITAS / PARTUS

Pengertian paritas
  • Paritas adalah banyaknya kelahiran hidup yang dipunyai oleh seorang wanita (BKKBN, 2006). Menurut Prawirohardjo (2009), paritas dapat dibedakan menjadi primipara, multipara dan grandemultipara.
  • Paritas adalah jumlah kehamilan yang menghasilkan janin yang mampu hidup diluar rahim (28 minggu) (JHPIEGO, 2008). Sedangkan menurut Manuaba (2008), paritas adalah wanita yang pernah melahirkan bayi aterm.

Klasifikasi Paritas
1. Primipara
  • Primipara adalah wanita yang telah melahirkan seorang anak, yang cukup besar untuk hidup di dunia luar (Varney, 2006).
2. Multipara
  • Multipara adalah wanita yang telah melahirkan seorang anak lebih dari satu kali (Prawirohardjo, 2009).
  • Multipara adalah wanita yang pernah melahirkan bayi viabel (hidup) beberapa kali (Manuaba, 2008).
  • Multigravida adalah wanita yang sudah hamil, dua kali atau lebih (Varney, 2006).
3. Grandemultipara
  • Grandemultipara adalah wanita yang telah melahirkan 5 orang anak atau lebih dan biasanya mengalami penyulit dalam kehamilan dan persalinan (Manuaba, 2008).
  • Grandemultipara adalah wanita yang pernah melahirkan bayi 6 kali atau lebih hidup atau mati (Rustam, 2005).
  • Grandemultipara adalah wanita yang telah melahirkan 5 orang anak atau lebih (Varney, 2006).

Manajemen Organisasi Pelayanan Kesehatan



BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Menurut ensiklopedia administrasi, organizing (pengornisasian) merupakan rangkaian aktifitas menyusun suatu kerangka yang menjadi wadah bagi segenap kegiatan kerjasama dengan jalan membagi dan mengelompokkan pekerjaan yang harus dilaksanakan serta menetapkan dan menyusun jalinan hubungan kerja di antara satuan organisasi atau para pejabatnya. Pengertian organisasi lebih bersifat dinamis (organisasi sebagai fungsi manajemen)
Pekerjaan administrasi hanya melaksanakan kebijakan yang telah di tetapkan, sedangkan pekerjaan manajemen adalah merumuskan kebijakan tersebut (Samuel levey dan paul lomba) perkataan administrasi kesehatan mengandung dua pengertian yaitu ad dan ministrate. Administrasi (latin ad = pada , ministrate = melayani).  Artinya memberikan layanan kepada, administrasi kesehatan merupakan suatu proses yang menyangkut perencanaan, pengorganisasian. Pengarahan, pengawasan, pengoordinasian, pengarahan, pengawasan, pengorganisasian penilaian, terhadap sumber, tata cara, dan kesanggupan yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan terhadap kesehatan, perawatan kedokteran, serta lingkungan yang sehat dengan jalan menyediakan dan menyelenggarakan berbagi  upaya kesehatan yang ditujukan kepada perorangan, kelompok atau masyarakat (komisi pendidikan administrasi kesehatan amerika serikat 1974)
Pada zaman kuno, ilmu manajemen telah ada. Hal ini terbukti dengan adanya ilmu agama, ilmu pengetahuan tentang hukum, politik, ekonomi pendidikan tinggi Al Azhar, bangunan-bangunan yang mengagumkan seperti piramida, candi Borobudur, tembok besar cina, dan sebagaimana semua itu tentu saja berdasarkan pelaksanaan fungsi-fungsi perencanaan, penggerakan, pelaksanaan, pengendalian, koordinasi, kepemimpinan, pengetahuan sumber daya dan sebagainya.
Perkembangan teori manajemen seperti yang di ketahui sekarang, di mulai dengan adanya revolusi industri di eropa pada abad 18, dimana bertambah banyaknya pabrik-pabrik dan para pekerja, serta hasil yang berupa barang-barang memerlukan berbagai upaya perencanaan, koordinasi, pengendalian dan sebagainya yang diperlukan untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas kerja.
Dalam model tradisional titik berat model manajemen adalah pada pengawasan dan pengarahan, sedangkan model hubungan manusia telah mengalami perubahan dan menekankan pada kebutuhan-kebutuhan sosial dan pribadi. Model sumber daya manusia agak berlainan. Seorang manajer dilihat sebagai seorang yang mendorong pengembangan dan mempermudah bawahannya untuk mencapai tujuan yang di inginkan.
B.    ORGANISASI
1.    Pengertian organisasi
Organisasi berasal dari kata oranon, dalam bahasa yunani berarti alat. Pengertian organisasi telah banyak di sampaikan oleh para ahli, tetapi pada dasarnya tidak ada perbedaan yang signifikan dan sebagai bahan perbandingan akan disampaikan beberapa pendapat sebagai berikut :
a.    Chester 1 . Barnard (1938)
Mengemukakan bahwa organisasi adalah sistem kerja sama antara dua orang atau lebih).
b.    Jamnes D. Mooney
Organisasi adalah setiap bentuk kerja sama untuk mencapai tujuan bersama.
c.    Dimock
Organisasi adalah perpaduan secara sistematis daripada bagian- bagian yang saling ketergantungan / berkaitan untuk membentuk suatu kesatuan yang bulat melalui kewenangan, koordinasi dan pengawasan dalam usaha mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Suatu organisasi tersusun dari unsur :
2.    Unsur inti yaitu manusia
3.    Unsur kerja yang terdiri atas :
a.    Sumber daya manusia
b.    Kemampuan bekerja
c.    Sumber daya bukan manusia
Harry fayol menamakan asasnya dengan “principles of management” yang memuat 14 prinsip atau asas :
1.    Divisi kjerja
2.    Kekuasaan dan tanggung jawab
3.    Disiplin
4.    Kesatuan perintah
5.    Kesatuan arah
6.    Kepentingan individu di bawah kepentingan umum
7.    Gaji pegawai
8.    Senterausasi
9.    Ketertiban
10.    Keadilan
11.    Kesamaan
12.    Kestabilan masa kerja
13.    Inisiatif
14.    Kesatuan jiwa
C.    ADMINISTRASI KESEHATAN
1.    Pengertian administrasi dan administrasi kesehatan
a.    George R. Tery
Upaya mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan mempergunakan orang lain
b.    Social Science Encylopedia
Suatu proses untuk mencapai tujuan tertentu yang dapat dilaksanakan dan diawasi
2.    Unsur Pokok Administrasi
a.    INPUT (Masukan)
Yang dimaksud dengan masukan (input) dalam administrasi adalah segala sesuatu yang dibutuhkan untuk dapat melaksanakan pekerjaan administrasi.
b.    PROCESS (Proses)
Proses yang dimaksud dalam bahasa ini adalah langkah- langkah yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
c.    KELUARAN (Output)
Keluaran (output) adalah hasil dari suatu pekerjaan administrasi
d.    SASARAN (Target)
Sasaran atau (target group) adalah kepala siapa keluaran yang dihasilkan ditujukan.
e.    DAMPAK ( Impact)
Dampak (Impact) adalah akibat yang ditimbulkan oleh keluaran.
D.    DASAR- DASAR MANAJEMEN
Jika diikuti perkembangan teori manajemen tersebut, diawali dengan adanya kontribusi perklasikal, pandangan klasik, pandangan perilaku, pandangan kuantitatif, dan pandangan kontemporer.
1.    Perklasikal
Robert Owen (1792 – 1858) menyampaikan ide tentang perlunya diperhatikan keadaan kehidupan dan pekerjaan dari pekerja.
Charles Babbage (1972 – 1871) mengembangkan secara praktis perlunya mesin kalkulator dan prototif dan komputer modern. Perlunya spesialis antara pabrik dan pekerja, semacam insentif.
2.    Pandangan klasik tentang manajemen
a.    Manajemen ilmiah
b.    Manajemen administrasi
c.    Manajemen birokrasi
3.    Pendekatan perilaku dan manajemen
4.    Pandangan manajemen
5.    Pandangan kontemporer
E.    ORGANISASI-ORGANISASI KESEHATAN
ORGANISASI KESEHATAN DI PROVINSI
Di wilayah provinsi daerah tingkat 1 terdapat organisasi kesehatan pemerintah pusat dan pemerintah daerah
1.    Organisasi kesehatan pemerintah pusat
2.    Organisasi kesehatan pemerintah daerah
3.    Rumah sakit kelas A dan B
4.    Unit pelaksana teknik
5.    Organisasi kesehatan swasta
F.    KEPEMIMPINAN DAN ORGANISASI
Teori dasar dalam kepemimpinan
1.    Teori Genetis
2.    Teori sosial
3.    Teori Ekologis
G.    MUTU PELAYANAN KESEHATAN
Pengertian mutu
Persepsi tentang mutu suatu organisasi pelayanan sangat berbeda karena sifat sangat subjektif, disamping itu selera dan harapan pengguna pelayanan selalu berubah- ubah.
Mutu pelayanan kesehatan dapat dikaji antara lain berdasarkan tingkat pemampatan sarana pelayanan kesehatan oleh masyarakat dan tingkat efisiensi institusi secara kesehatan.
Berikut beberapa indikator yang dapat digunakan untuk melakukan penilaian mutu pelayan kesehatan.
1.    Indikator yang memacu pada aspek medis
2.    Indikator mutu pelayanan untuk mengatur tingkat efisiensi rumah sakit.
3.     Indikator mutu mengacu pada keselamatan pasien
4.    Indikator mutu yang berkaitan dengan tingkat kepuasan pasien
Tujuan program menjaga mutu mencakup 2 hal :
1.    Tujuan antara yang ingin dicapai
2.    Tujuan akhir yang dicapai
Sasaran program menjaga mutu adalah pelayanan kesehatan yang diselenggaraka
DAFTAR PUSTAKA
Adikoesoemo ( 2003 ) manajemen rumah sakit Jakarta : pustaka  Sinar Harapan Asrul, Azwar ( 1988 ). Pengantar administrasi kesehatan, Jakarta : Binarupa Aksana Departemen Kesehatan Republik Indonesia , 2001 – 2010. Jakarta : Direktorat Jendral Bina Kesehatan Masyarakat
Greef, Judith A. ( 1996 ), komunikasi kesehatan dan perubahan perilaku. Djokjakarta : Gadjah Mada University Press.

Sabtu, 27 Oktober 2012

PRIMARY HEALTH CARE (PHC)

Dr. Suparyanto, M.Kes
PRIMARY HEALTH CARE (PHC)
LATAR BELAKANG PHC
  • Berakhirnya PD II, menimbulkan kerusakan di segala bidang
  • PBB memproklamirkan “dekade pembangunan”
  • Periode tahun 1970, terdapat kesenjangan pembangunan, terutama negara maju dan negara sedang berkembang
  • Akhirnya pada tahun 1977 dalam Sidang Kesehatan Sedunia ( World Health Essembly ) dihasilkan kesepakatan ”Health For All by The Year 2000” atau “Kesehatan Bagi Semua Tahun 2000”
  • Dengan Sasaran Semesta Utamanya adalah: ”Tercapainya Derajat Kesehatan yang Memungkinkan Setiap Orang Hidup Produktif Baik Secara Sosial Maupun Ekonomi”.
  • Sebagai tindak lanjut, pada tahun 1978 Konferensi Alma Ata menetapkan ”Primary Health Care” ( PHC ) sebagai Strategi Global atau Pendekatan untuk mencapai ”Health For All by The Year2000” (HFA 2000) atau “Kesehatan Bagi Semua Tahun 2000” (KBS 2000).
DEFINISI PHC
  • Primary Health Care ( PHC ) adalah pelayanan kesehatan pokok yang berdasarkan kepada metode dan teknologi praktis, ilmiah dan sosial yang dapat diterima secara umum baik oleh individu maupun keluarga dalam masyarakat melalui partisipasi mereka sepenuhnya, serta dengan biaya yang dapat terjangkau oleh masyarakat dan negara untuk memelihara setiap tingkat perkembangan mereka dalam semangat untuk hidup mandiri (self reliance) dan menentukan nasib sendiri (self determination).
  1. Pelayanan Kesehatan Pokok/Dasar
  2. Dapat diterima dan dilaksanakan oleh masyarakat sendiri
  3. Dibiayai sendiri (terjangkau masyarakat)
  4. Semangat hidup sendiri
  5. Menentukan nasib sendiri
PRINSIP PHC
Pemerataan upaya kesehatan
  • Distribusi perawatan kesehatan menurut prinsip ini yaitu perawatan primer dan layanan lainnya untuk memenuhi masalah kesehatan utama dalam masyarakat harus diberikan sama bagi semua individu tanpa memandang jenis kelamin, usia, kasta, warna, lokasi perkotaan atau pedesaan dan kelas sosial.
Penekanan pada upaya preventif
  • Upaya preventif adalah upaya kesehatan yang meliputi segala usaha, pekerjaan dan kegiatan memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan dengan peran serta individu agar berperilaku sehat serta mencegah berjangkitnya penyakit.
Penggunaan teknologi tepat guna dalam upaya kesehatan
  • Teknologi medis harus disediakan yang dapat diakses, terjangkau, layak dan diterima budaya masyarakat (misalnya penggunaan kulkas untuk vaksin cold storage).
Peran serta masyarakat dalam semangat kemandirian
  • Partisipasi masyarakat adalah proses di mana individu dan keluarga bertanggung jawab atas kesehatan mereka sendiri dan orang-orang di sekitar mereka dan mengembangkan kapasitas untuk berkontribusi dalam pembangunan masyarakat.
Kerjasama lintas sektoral dalam membangun kesehatan
  • Pengakuan bahwa kesehatan tidak dapat diperbaiki oleh intervensi hanya dalam sektor kesehatan formal; sektor lain yang sama pentingnya dalam mempromosikan kesehatan dan kemandirian masyarakat.
SEKTOR TERKAIT KESEHATAN
  • Sektor-sektor ini mencakup, sekurang-kurangnya:
  1. pertanian (misalnya keamanan makanan),
  2. pendidikan,
  3. komunikasi (misalnya menyangkut masalah kesehatan yang berlaku dan metode pencegahan dan pengontrolan mereka);
  4. perumahan;
  5. pekerjaan umum (misalnya menjamin pasokan yang cukup dari air bersih dan sanitasi dasar) ;
  6. pembangunan perdesaan;
  7. industri;
  8. organisasi masyarakat
  9. pemerintah daerah
UNSUR UTAMA PHC
  1. Mencakup upaya kesehatan dasar
  2. Melibatkan peran serta masyarakat
  3. Melibatkan kerjasama lintas sektoral
TUJUAN PHC
Tujuan Umum
  • Menemukan kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan yang diselenggarakan, sehingga akan dicapai tingkat kepuasan pada masyarakat yang menerima pelayanan.
Tujuan Khusus
  1. Pelayanan harus mencapai keseluruhan penduduk yang dilayani
  2. Pelayanan harus dapat diterima oleh penduduk yang dilayani
  3. Pelayanan harus berdasarkan kebutuhan medis dari populasi yang dilayani
  4. Pelayanan harus secara maksimum menggunkan tenaga dan sumber – sumber daya lain dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
FUNGSI PHC
  1. Pemeliharaan Kesehatan
  2. Pencegahan Penyakit
  3. Diagnosis dan Pengobatan
  4. Pelayanan Tindak lanjut
  5. Pemberian Sertifikat
ELEMEN PHC
  1. Pendidikan kesehatan.
  2. Perbaikan gizi dan makanan.
  3. Penyediaan air  bersih dan perbaikan sanitasi.
  4. Pemeliharaan kesehatan ibu dan anak.
  5. Imunisasi.
  6. Pencegahan dan pengawasan penyakit endemik.
  7. Pengobatan.
  8. Penyediaan obat obatan pokok.
CIRI-CIRI PHC
  1. Pelayanan yang utama dan intim dengan masyarakat
  2. Pelayanan yang menyeluruh
  3. Pelayanan yang terorganisasi
  4. Pelayanan yang mementingkan kesehatan individu maupun masyarakat
  5. Pelayanan yang berkesinambungan
  6. Pelayanan yang progresif
  7. Pelayanan yang berorientasi kepada keluarga
  8. Pelayanan yang tidak berpandangan kepada salah satu aspek saja
TANGGUNG JAWAB NAKES DLM PHC
  1. Mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengembangan dan implementasi pelayanan kesehatan dan program pendidikan kesehatan
  2. Kerjasama dengan masyarakat, keluarga, dan individu
  3. Mengajarkan konsep kesehatan dasar dan teknik asuhan diri sendiri pada masyarakat
  4. Memberikan bimbingan dan dukungan kepada petugas pelayanan kesehatan dan kepada masyarakat
  5. Koordinasi kegiatan pengembangan kesehatan masyarakat.

PRIMARY HEALTH CARE (PHC)

Dr. Suparyanto, M.Kes
PRIMARY HEALTH CARE (PHC)
LATAR BELAKANG PHC
  • Berakhirnya PD II, menimbulkan kerusakan di segala bidang
  • PBB memproklamirkan “dekade pembangunan”
  • Periode tahun 1970, terdapat kesenjangan pembangunan, terutama negara maju dan negara sedang berkembang
  • Akhirnya pada tahun 1977 dalam Sidang Kesehatan Sedunia ( World Health Essembly ) dihasilkan kesepakatan ”Health For All by The Year 2000” atau “Kesehatan Bagi Semua Tahun 2000”
  • Dengan Sasaran Semesta Utamanya adalah: ”Tercapainya Derajat Kesehatan yang Memungkinkan Setiap Orang Hidup Produktif Baik Secara Sosial Maupun Ekonomi”.
  • Sebagai tindak lanjut, pada tahun 1978 Konferensi Alma Ata menetapkan ”Primary Health Care” ( PHC ) sebagai Strategi Global atau Pendekatan untuk mencapai ”Health For All by The Year2000” (HFA 2000) atau “Kesehatan Bagi Semua Tahun 2000” (KBS 2000).
DEFINISI PHC
  • Primary Health Care ( PHC ) adalah pelayanan kesehatan pokok yang berdasarkan kepada metode dan teknologi praktis, ilmiah dan sosial yang dapat diterima secara umum baik oleh individu maupun keluarga dalam masyarakat melalui partisipasi mereka sepenuhnya, serta dengan biaya yang dapat terjangkau oleh masyarakat dan negara untuk memelihara setiap tingkat perkembangan mereka dalam semangat untuk hidup mandiri (self reliance) dan menentukan nasib sendiri (self determination).
  1. Pelayanan Kesehatan Pokok/Dasar
  2. Dapat diterima dan dilaksanakan oleh masyarakat sendiri
  3. Dibiayai sendiri (terjangkau masyarakat)
  4. Semangat hidup sendiri
  5. Menentukan nasib sendiri
PRINSIP PHC
Pemerataan upaya kesehatan
  • Distribusi perawatan kesehatan menurut prinsip ini yaitu perawatan primer dan layanan lainnya untuk memenuhi masalah kesehatan utama dalam masyarakat harus diberikan sama bagi semua individu tanpa memandang jenis kelamin, usia, kasta, warna, lokasi perkotaan atau pedesaan dan kelas sosial.
Penekanan pada upaya preventif
  • Upaya preventif adalah upaya kesehatan yang meliputi segala usaha, pekerjaan dan kegiatan memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan dengan peran serta individu agar berperilaku sehat serta mencegah berjangkitnya penyakit.
Penggunaan teknologi tepat guna dalam upaya kesehatan
  • Teknologi medis harus disediakan yang dapat diakses, terjangkau, layak dan diterima budaya masyarakat (misalnya penggunaan kulkas untuk vaksin cold storage).
Peran serta masyarakat dalam semangat kemandirian
  • Partisipasi masyarakat adalah proses di mana individu dan keluarga bertanggung jawab atas kesehatan mereka sendiri dan orang-orang di sekitar mereka dan mengembangkan kapasitas untuk berkontribusi dalam pembangunan masyarakat.
Kerjasama lintas sektoral dalam membangun kesehatan
  • Pengakuan bahwa kesehatan tidak dapat diperbaiki oleh intervensi hanya dalam sektor kesehatan formal; sektor lain yang sama pentingnya dalam mempromosikan kesehatan dan kemandirian masyarakat.
SEKTOR TERKAIT KESEHATAN
  • Sektor-sektor ini mencakup, sekurang-kurangnya:
  1. pertanian (misalnya keamanan makanan),
  2. pendidikan,
  3. komunikasi (misalnya menyangkut masalah kesehatan yang berlaku dan metode pencegahan dan pengontrolan mereka);
  4. perumahan;
  5. pekerjaan umum (misalnya menjamin pasokan yang cukup dari air bersih dan sanitasi dasar) ;
  6. pembangunan perdesaan;
  7. industri;
  8. organisasi masyarakat
  9. pemerintah daerah
UNSUR UTAMA PHC
  1. Mencakup upaya kesehatan dasar
  2. Melibatkan peran serta masyarakat
  3. Melibatkan kerjasama lintas sektoral
TUJUAN PHC
Tujuan Umum
  • Menemukan kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan yang diselenggarakan, sehingga akan dicapai tingkat kepuasan pada masyarakat yang menerima pelayanan.
Tujuan Khusus
  1. Pelayanan harus mencapai keseluruhan penduduk yang dilayani
  2. Pelayanan harus dapat diterima oleh penduduk yang dilayani
  3. Pelayanan harus berdasarkan kebutuhan medis dari populasi yang dilayani
  4. Pelayanan harus secara maksimum menggunkan tenaga dan sumber – sumber daya lain dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
FUNGSI PHC
  1. Pemeliharaan Kesehatan
  2. Pencegahan Penyakit
  3. Diagnosis dan Pengobatan
  4. Pelayanan Tindak lanjut
  5. Pemberian Sertifikat
ELEMEN PHC
  1. Pendidikan kesehatan.
  2. Perbaikan gizi dan makanan.
  3. Penyediaan air  bersih dan perbaikan sanitasi.
  4. Pemeliharaan kesehatan ibu dan anak.
  5. Imunisasi.
  6. Pencegahan dan pengawasan penyakit endemik.
  7. Pengobatan.
  8. Penyediaan obat obatan pokok.
CIRI-CIRI PHC
  1. Pelayanan yang utama dan intim dengan masyarakat
  2. Pelayanan yang menyeluruh
  3. Pelayanan yang terorganisasi
  4. Pelayanan yang mementingkan kesehatan individu maupun masyarakat
  5. Pelayanan yang berkesinambungan
  6. Pelayanan yang progresif
  7. Pelayanan yang berorientasi kepada keluarga
  8. Pelayanan yang tidak berpandangan kepada salah satu aspek saja
TANGGUNG JAWAB NAKES DLM PHC
  1. Mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengembangan dan implementasi pelayanan kesehatan dan program pendidikan kesehatan
  2. Kerjasama dengan masyarakat, keluarga, dan individu
  3. Mengajarkan konsep kesehatan dasar dan teknik asuhan diri sendiri pada masyarakat
  4. Memberikan bimbingan dan dukungan kepada petugas pelayanan kesehatan dan kepada masyarakat
  5. Koordinasi kegiatan pengembangan kesehatan masyarakat.

Selasa, 24 April 2012

LEPTOSPIROSIS ( PENYAKIT KENCING TIKUS)


Musin hujan seperti sekarang ini terkadang kita sering jumpai penyakit-penyakit di musim hujan. Beberapa daerah di indonesia terkena banjir. Disamping merepotkan kita banjir juga dapat membawa bibit penyakit  dan bibit penyakit yang  sering kita temui dikala banjir datang apalagi pada daerah-daerah kumuh adalah penyakit leptospirosis atau penyakit kencing tikus.
Penyakit Leptospirosis ini merupakan  penyakit yang disebabkan oleh infeksi dari bakteri Leptospira yang biasanya di bawa oleh tikus berbentuk spiral yang menyerang hewan dan manusia dan dapat hidup di air tawar selama lebih kurang 1 bulan. 
Bangaimana penyakit ini menular ?
  1. Manusia terinfeksi leptospira melalui kontak dengan air, tanah atau tanaman yang telah dikotori oleh air seni hewan yang menderita leptospirosis. Bakteri masuk ke dalam tubuh manusia melalui selaput lendir (mukosa) mata, hidung, kulit yang lecet ( luka ) atau makanan yang terkontaminasi oleh urine hewan terinfeksi leptospira. Masa inkubasi ( masa mulai terinfeksi sampai pada timbulnya gejala pertama )selama 4 – 19 hari.
  2. Dapat pula terinfeksi dari akibat dari kecelakaan kerja. Misalnya pada tempat pemotongan hewan.
  3. Sebaiknya anda baca jalan masuk penyakit ke dalam tubuh kita.
Hewan-hewan yang berpotensi menularkan penyakit leptospirosis
Kucing, kelelawar, babi, kambing, domba, tupai, tikus ( yang paling umum kita kenal ), hewan pengerat, kuda dan penularan dari mausia ke manusia jarang terjadi. Penyakit ini termasuk dalam penyakit yang ditularkan oleh satwa.
Gejala-gejala penyakit leptospirosis :
Saya sarankan sebelum melanjutkan membaca tulisan ini selnjutnya sebaiknya anda dapat mengenali  dan melacak sendiri gangguan kesehatan anda. Pada umumnya gejala dari penyakit Leptospirosis ini sama dengan penyakit infeksi lainnya. Yang lebih spesifik adalah adanya kemerahan pada mata, nyeri sendi dan punggung, sakit kepala dan muntah.
Pencegahan yang paling efektif :
  1. Membiasakan diri untuk perilaku hidup sehat.
  2. Menghindari makanan dan minuman dari hewan-hewan yang berpotensi menularkan penyakit ini.
  3. Mencuci tangan sebelum makan menggunakan sabun dan mencuci tangan selepas bekerja di daerah kotor seperti bekerja di sawah, kebun, sampah, tanah, selokan dan tempat-tempat yang tercemar lainnya.
  4. Menggunakan alat pelindung diri seperti sepatu boot dan sarung tangan ketika bekerja di tempat kotor atau pada saat banjir.
  5. Gotong royong membersihkan lingkungan sekitar.